Dengan menggunakan peta mood ini, para peneliti menemukan, kebanyakan pengguna Twitter merasa bahagia di pagi dan sore hari. Tingkat kebahagiaan itu kemudian memuncak pada Minggu pagi hingga Kamis malam.
Sementara kondisi mood buruk sering terjadi pada sore hari dan umumnya akan membaik saat hari menjelang malam. Demikian keterangan yang dikutip detikINET dari Reuters, Jumat (30/7/2010),
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya para peneliti mengakui bahwa hasil temuan mereka kurang ilmiah. Namun mereka berpikir hal ini bisa menjadi dasar pembuatan alat analisis isu kritis yang bersifat real time.
"Ada banyak informasi tentang bagaimana suasana hati seseorang. Baik itu reaksi publik terhadap pidato politikus ataupun komentar seorang konsumen terhadap barang," tukas salah satu peneliti, Sune Lehmann.
Lehman dan timnya menggunakan sistem pemeringkatan kata yang berhubungan dengan psikologis untuk menganalisa sekitar 300 juta kata kunci yang diposting ke Twitter. Kata kunci itu kemudian dibagi menjadi pesan berisi kebahagiaan atau kesedihan.
Selanjutnya mereka membuat peta berdasarkan lokasi dimana pemilik akun mengirim tweet. Peta tersebut nantinya akan berguna bila ingin mengumpulkan opini publik ataupun memobilisasi pengguna dengan cepat. Contohnya, untuk mengumpulkan dana sumbangan bagi daerah yang terkena bencana.
"Ada potensi luar biasa baik di tingkat individu maupun masyarakat," ujar seorang ilmuwan komputer di Universitas Indiana, AS, Johan Bollen.
Dia menganggap temuan ini penting sebagai indikator real time untuk mengetahui perasaan orang lain hanya dalam hitungan jam dan hari. (feb/rns)