Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Fisika Musik, Mengubah Lagu Daerah Menjadi Modern

Fisika Musik, Mengubah Lagu Daerah Menjadi Modern


- detikInet

Jakarta - Penelitian atas variasi dan potensi diversitas musik tradisional Indonesia yang dirintis sejak 2004 berhasil mendapatkan beberapa perkembangan yang menggembirakan. Pada pertengahan 2010 ini, tim peneliti Bandung Fe Institute melalui supervisi Prof. Yohanes Surya, Ph.D, telah melahirkan inovasi baru dalam teknologi musik yang disebut 'Fisika Musik'.

Rolan Mauludy Dahlan, Direktur Humas Bandung Fe Institute mengatakan, Fisika Musik mampu menumbuhkan kecerdasan musikal dalam perangkat komputasi. Inovasi ini memungkinkan komputer dapat membuat lagu baru secara otonom, tanpa intervensi manusia (seni generatif).

Rolan pun tak sungkan untuk menyebut Fisika Musik ini sebagai bagian dari inovasi sains dan teknologi. Yaitu dalam hal teknologi musik generatif pertama di dunia yang dibuat berdasarkan variasi musik tradisional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemudian sebagai teknologi musik generatif pertama di Asia tenggara," ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET, Selasa (27/7/2010).

Penelitian ini sendiri dilakukan melalui pemetaan atas data lagu-lagu tradisional Indonesia, yang sekian lama telah dikumpulkan secara partisipatif melalui perpustakaan digital budaya Indonesia.

Adapun untuk versi awal dari Fisika Musik resmi diluncurkan ke publik pertama kali di Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2010 yang berlangsung pada 23-27 Juni 2010 lalu.

Sementara pada kesempatan ini, Bandung Fe Institue merilis 'MUSIQU'. Yakni album musik generatif pertama di Asia Tenggara. Karya ini dipersembahkan untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-65 dan mengingatkan kita akan kekayaan diversitas budaya melodis di kepulauan Indonesia. (ash/rns)




Hide Ads
LIVE