Pesan ini disampaikan Tifatul saat ditemui detikINET usai membuka Asia-Europe Meeting (ASEM) di Grand Ballroom Hotel Golden Flower, Bandung, Selasa petang (20/7/2010).
"Cyber space luar biasa. Tapi cyber crime juga luar biasa. Sedangkan cyber war sudah bukan lagi imajinasi. Sudah ada contohnya," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibatnya, beberapa fasiltas layanan publik serta layanan perbankan di negara tersebut tidak bisa berfungsi.
"Estonia sempat lumpuh. Kita tidak mau ini terjadi di Indonesia. Teknologi tidak bisa dilawan, tapi diikuti. Karenanya kita harus antisipasi," ungkapnya.
Disinggung antisipasi seperti apa yang dilakukan oleh pemerintah, Tifatul menjelaskan bahwa masalah cyber crime dan pornografi menjadi titik fokusnya.
"Indonesia perlu antisipasi cyber crime. Sekarang sudah marak pembobolan akun bank, phising, skimming. Termasuk efek negatif dari konten. Kita saat ini sedang memblokir konten porno," tukasnya.
(afz/rou)