Alexey Karetnikov, nama sang mata-mata, selama ini dikenal sebagai karyawan Microsoft yang tinggal di sebuah apartemen di kawasan Redmond, kantor pusat Microsoft.
Seorang anggota FBI mengaku sebelumnya telah memonitor gerak-gerik mencurigakan pemuda 20 tahunan ini, sehingga diputuskan untuk melakukan aksi spionase atas Karetnikov sebelum akhirnya dicokok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip detikINET dari Tg Daily, Kamis (15/7/2010), dalam akun Facebooknya, Karetnikov mengaku tak cuma bekerja di Microsoft, namun juga di perusahaan lain yang bernama Neobit.
Pihak Microsoft sendiri mengakui jika Karetnikov memang benar merupakan salah satu karyawannya. Pemuda ini dikatakan telah bergabung dengan perusahaan software terbesar di dunia itu selama 9 bulan. (ash/rns)