Demikian diungkapkan oleh Dodi Qori Utama, mentor proyek LIFE, saat berbincang santai dengan detikINET. "Rencananya hari Kamis (15/7/2010) kita akan presentasikan software ini ke Depkes," katanya.
LIFE sendiri merupakan karya dari Anggunmeka Luhur Prasasti (Teknik Telekomunikasi 2008), Kania Audrint (Informatika 2006), Widya Fira Desgita (Informatika 2007), dan Yudha Antawiryawan (Informatika 2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan LIFE, petugas kesehatan bisa langsung mengupdate jumlah penderita gizi buruk dari lapangan. Dengan segera informasi dapat diketahui mana daerah kritis gizi buruk yang perlu segera mendapat bantuan," jelasnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Yudha dan Kania. Mereka berharap dari pemerintah dapat segera mengimplementasikan software karya mereka.
"Kita berharap software ini bisa diimplementasikan. Karenanya kita mencoba untuk presentasikan ke Depkes sebagai institusi yang berkaitan dengan hal ini," ujar mereka kompak.
LIFE sendiri memuat peta online yang dapat diakses. Dalam peta tersebut terdapat beberapa gambar balon yang menunjukan presentase jumlah pengidap gizi buruk di daerah tertentu. Data tersebut diperoleh dari laporan petugas kesehatan melalui layanan SMS. Sehingga proses pengumpulan data pengidap gizi burukΒ lebih cepat dan bisa secepatnya ditangani.
Dalam ajang Imagine Cup 2010 yang berlangsung di Polandia sendiri, tim Candradimuka mengharumkan nama Indonesia setelah berhasil menjadi juara ketiga untuk kategori Interoperability Award berkat LIFE.
(afz/ash)