Hasil kerja kerasnya ini tak hanya membantu para arkeolog menerjemahkan bahasa kuno, tetapi juga menambah jumlah bahasa yang bisa diterjemahkan secara otomatis dengan sistem penerjemahan, seperti pada Google Translate.
Dikutip detikINET dari Big News Networks, Jumat (2/7/2010), sistem komputer tersebut membuat asumsi tertentu antara bahasa satu dengan yang lain, contohnya bahasa Yahudi. Sistem ini juga bergantung pada cara sistematik untuk memetakan alfabet suatu bahasa ke dalam alfabet bahasa lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(rns/ash)