Fenomena ini salah satunya terjadi di China. Dikutip detikINET dari Xinhua, Senin (21/6/2010), dalam sebuah penelitian yang dihelat di Negeri TIrai Bambu itu, sekitar 42,6% orangtua yang disurvei mengaku sangat menentang penggunaan internet oleh anak-anak mereka. Selain itu, 78,4% sangat khawatir jika internetΒ akan membuat anak-anak menjadi malas belajar. Sementara 44,9% orangtua khawatir putra-putri mereka mengakses konten pornografi.
Studi ini dilakukan dan dipublikasikan oleh tiga lembaga berbeda di China, yaitu Chinese Young Pioneers, Centre for Humanities and Social Sciences Studies serta Social Science Academic Press.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun responden yang disurvei, menurut Li, adalah murid-murid sekolah dasar dan menengah pertama beserta para orangtua mereka yang berasal dari 11 provinsi yang meliputi wilayah pedesaan dan perkotaan di China.
Di China sendiri, sekitar 46,9% pengguna internet rata-rata berusia di bawah 25 tahun. Sayangnya, sangat sedikit situs yang dirancang khusus untuk kalangan pengguna internet minoritas, terutama anak-anak. (rns/ash)