Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pakai Twitter, Presiden Turki Serukan 'Pembebasan' Google

Pakai Twitter, Presiden Turki Serukan 'Pembebasan' Google


- detikInet

Jakarta - Tak hanya para netter dan penggiat industri di Turki yang memprotes pelarangan situs berbagi video YouTube dan situs mesin pencari Google. Presiden Turki Abdullah Gul pun sampai turun tangan dan menggunakan akun Twitternya ikut memprotes pemblokiran situs-situs tersebut.

Abdullah Gul juga menuliskan agar para pejabat mengkaji peraturan agar akses situs tersebut dibuka kembali. YouTube yang juga milik Google telah diblokir pemerintah setempat sejak 5 Mei 2008, karena dianggap menyediakan konten yang menghina tokoh pendiri negara Turki, Mustafa Kemal Ataturk.

Dikutip detikINET dari Guardian, Senin (14/6/2010), ketika itu, seorang netter asal Yunani memposting video yang menyatakan bahwa Ataturk adalah seorang homoseksual.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah itu beberapa layanan Google lainnya seperti Google Search, Google Translate, Google Tools, Google Book, Google Docs, hingga Google Analytics juga ikut diblokir.

Organization for Security and Cooperation Eropa sendiri telah mendesak Turki untuk mereformasi peraturannya yang memungkinkan 3.700 situs internet diblokir.
Namun rupanya menurut pasal 5651 peraturan pidana setempat, konten website yang berisi penghinaan tokoh Ataturk, pornografi anak dan dorongan untuk bunuh diri bisa diblokir.
(feb/ash)





Hide Ads