"Saya benar-benar merasa malu dan hina karena semua staf di sekolah serta para pejabat kepolisian dan kejaksaan melihat foto telanjang saya. Foto-foto itu sangat pribadi dan tidak untuk konsumsi publik. Apa yang mereka lakukan sama saja dengan memata-matai saya melalui jendela kamar," ungkap remaja yang tidak disebutkan namanya itu.
Peristiwa ini sebenarnya berlangsung pada 2009. Kala itu, kepala sekolah Tunkhannock Area High Scool, Pennsylvania mendapati ponsel siswi tersebut berisi foto-foto telanjang. Selanjutnya pihak sekolah menyerahkan ponsel itu kepada pihak berwajib dan mengancam akan menuntut siswi itu dengan tuduhan pornografi anak.Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya, ancaman terkait sexting semacam ini bukanlah hal baru. Beberapa kasus bahkan membuat kalangan pejabat hukum kehilangan muka. Salah satunya adalah mantan jaksa George P Skumanick dari Wyoming County. Ia kehilangan suara pada pemilu karena mengancam beberapa siswi yang ketahuan berpose bugil dan ditemukan di ponsel.
Tak hanya itu, dua tahun lalu beredar pula foto-foto berisi sekelompok gadis yang hanya menggunakan pakaian dalam di sebuah pesta sekolah. Kejaksaan setempat memaksa mereka untuk mengikuti kelas 'hukuman' namun orangtua murid menolak keputusan tersebut.
Pengadilan sendiri mengakui bahwa mereka kerap menggunakan ancaman pada gadis-gadis tersebut agar mau mengikuti kelas 'khusus' atas tuduhan tindak kejahatan seksual.
(rns/rns)