"Saya termasuk yang menyetujui larangan itu, keberadaan ponsel yang awalnya diharapkan membantu belakangan malah justru mengganggu konsentrasi," terang Pramono saat ditelepon detikcom, Jumat (14/5/2010).
Bahkan menurut Pramono, sejak adanya BlackBerry dan Twitter, konsentrasi anggota dewan kian sering terbagi konsentrasinya di saat sidang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Pramono menjelaskan jika aturan ini betul-betul ingin diterapkan, maka harus dimasukkan dalam tata tertib DPR.
"Saya kira setiap saat bisa diubah (kode etik) kalau itu urgent, karena menyangkut code of conduct, saya kira cukup menganggu konsentrasi lah," jelasnya.
(gun/ash)