"Karena berkembangnya ICT di bidang konten, kreasi makin banyak. Di isamping isu broadband ekonomi, yang lebih penting lagi adalah karakter bangsa kita. Jangan sampai perkembangan teknologi membuat kita kehilangan identitas," katanya, Kamis (6/5/2010).
Tifatul mencontohkan Facebook dan Twitter yang menggunakan bahasa-bahasa kasar. "Ada istilahnya bahasa orang utan. Mungkin karena tidak melihat dan tatap muka maka orang bisa bebas saja mencaci maki. Seharusnya tidak seperti itu. Karakter bangsa kita adalah bangsa yang santun," tegas menteri yang doyan berpantun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini Indonesia berada pada peringkat 6 pengguna ponsel di dunia. Bahkan pada akhir 2009, Wireless Intelegent Indonesia mencatat lebih dari 135 juta penduduk Indonesia telah memiliki ponsel," tukasnya. (afz/eno)