Peserta pameran menampilkan ratusan video yang terekam dalam ponsel. Namun bukan ponsel biasa yang dibawanya, melainkan ponsel yang menjadi 'korban' pengrusakan oleh pengunjuk rasa anti-pemerintah. Ponsel usang itu pun diubah menjadi sebuah karya seni.
Iran terbilang sebagai negara yang memiliki aturan sangat ketat terhadap penyebaran informasi. Media internasional maupun lokal pun dibelenggu ketika meliput gejolak dan protes keras atas terpilihnya kembali Presiden Mahmoud Ahmadinejad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, berangkat dari keterbatasan akses inilah 'Twitter Revolution' lahir. Di dalamnya ditunjukkan berbagai video yang berhasil direkam. Mulai dari kerusuhan hingga jatuhnya korban dari aksi pengunjuk rasa versus pihak berwajib tersebut.
Pameran yang berlangsung sampai tanggal 16 Mei ini disajikan oleh kelompok yang terdiri dari orang Iran dan seniman Prancis. Kelompok yang berbasis di Paris ini menamakan diri mereka Ruben Vert alias Pita Hijau yang berarti simbol pergerakan oposisi Iran.
Seperti dikutip detikINET dari MSN News, Kamis (6/5/2010), para penyelenggara berencana ke depannya untuk mengadakan sebuah festival 'Pocket Films' alias festival yang mengangkat tema tentang telepon seluler.
"Tahun ini sepertinya ponsel berkamera telah mengambil tempat untuk menyampaikan apa yang terjadi di negaranya seperti, Burma dan Iran," kata koordinator festival tersebut.
(ash/ash)