Perusahaan Jepang yang menyediakan teknologi 3D untuk rumah produksi Hollywood berharap ke depannya inovasi teknologi ini akan murah sehingga bisa dinikmati banyak orang.
Sebab, film atau perangkat 3D yang beredar di pasaran saat ini memang masih terbilang mahal. Misalnya, satu set televisi 3D berukuran 65 inch bisa dibanderol di kisaran harga puluhan hingga ratusan juta rupiah atau sekitar 3 kali lipat dari harga televisi 2D dengan ukuran yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekitar 5 tahun lagi teknologi akan semakin maju dan harga hardware semakin murah. Bahkan Anda bisa saja melihat seperangkat 3D di rumah," ujar representatif perusahaan Jepang, Kazuo Kaneyama, seperti dilansir Bignews Network dan dikutip detikINET, Selasa (20/4/2010).
Sebetulnya ada masalah bagi orang yang punya gangguan penglihatan. Bila satu mata lebih kuat daripada yang lain maka gambar 3D yang dilihat kabur. "Orang dengan gangguan penglihatan tidak akan bisa melihat teknologi 3D," tambahnya.
"Saya percaya teknologi ini bisa segera dinikmati," kata Kiyoto Kanda, juru bicara perusahaan Jepang lainnya. Pigura elektronik pun bisa didapatkan dengan harga yang terjangkau begitu juga dengan produk-produk elektronik lain.
Di Inggris sebuah pertandingan sepak bola antara Manchester United dan Chelsea bisa dinikmati secara 3D. Dalam eksperimen itu terlihat orang mulai tidak nyaman menggunakan kacamata 3D selama 2 jam lebih. Pastinya hal ini akan membuka peluang besar bagi perusahaan yang menawarkan teknologi 3D tanpa kacamata.
(ash/ash)