NLC (National Laboor Committee), lembaga yang memiliki misi melindungi hak-hak pekerja mengatakan bahwa pabrik yang bertempat di Dongguan, provinsi Guangdong China tersebut telah merekrut ratusan siswa praktek yang berusia 16 dan 17 untuk bekerja selama 15 jam, enam-tujuh hari dalam seminggu.
Hal itu ditunjukkan dengan foto-foto yang beredar selama tiga tahun terakhir yang diselundupkan diam-diam. Foto itu menunjukkan remaja yang kelelahan jatuh tertidur selama waktu istirahat mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pekerja juga dilarang untuk berbicara, mendengarkan musik, dan menggunakan kamar mandi selama jam kerja. Apabila mereka melakukan kesalahan, mereka wajib membersihkan kamar mandi sebagai hukumannya.
"Kami seperti tahanan penjara," kata salah satu pekerja kepada NLC. "Ini sama seperti kami hidup hanya untuk bekerja. Kami tidak bekerja untuk hidup. Kami tidak punya kehidupan, hanya bekerja," tambahnya seperti dikutip detikINET dari news.com, Senin (19/4/2010).
Microsoft sendiri mengklaim akan mengambil langkah serius untuk menindaklanjuti masalah pekerja ini dengan menunjuk pihak ketiga untuk mengaudit dan memastikan kepatuhan kode etik para pamasoknya. Sebab, perusahaan milik Bill Gates ini mengaku memiliki komitmen untuk memperlakukan pekerja secara adil dan mengutamakan keselamatan pekerja yang dipekerjakan para rekannya. (ash/ash)