Abdur Chowdhury perwakilan dari Twitter memaparkan bahwa pada Agustus 2009 lalu, peredaran spam di Twitter sempat mencapai 11%. Namun pada perhitungan Februari 2010, presentase spam tersebut menyusut drastis hanya tinggal 1%.
"Link-link tidak jelas tersebut biasanya ditujukan ke situs phishing dan yang mengandung malware. Dan biasanya diposting berulang-ulang secara agresif untuk menarik perhatian," tulisnya dalam blog yang dikutip detikINET dari Network World, Selasa (30/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang, pertarungan ini belum berakhir, dan kami terus berada di garis terdepan untuk menghadangnya (spam-red.)," pungkas Abdur.
Twitter sendiri saat ini diperkirakan telah menampung lalu lintas sekitar 50 juta tweet per hari. Jadi meski presentase spam yang masuk cuma 1% dari setiap tweet yang beredar, tetap saja jumlahnya terbilang lumayan. (ash/faw)