"Tidak mungkin ijazah kita dipalsukan. Kita punya sistem database yang mendata semua ijazah yang keluar. Jadi ketahuan siapa yang palsu ijazahnya," katanya saat menghubungi detikINET via ponsel, Rabu (24/3/2010) petang.
Tak hanya itu, Akhmaloka juga mengatakan bahwa dengan sistem database yang dimilikinya membuat pihaknya terus mengupdate alumninya.
"Kan tiap kali mereka (alumni-red.) yang mau melamar kerja harus melegalisir. Saat melegalisir inilah kita bisa mengecek keaslian ijazahnya," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada yang ragu, lapor saja ke kita," tegasnya.
Peringatan Akhmaloka ini muncul menanggapi kehadiran sebuah situs di internet yang menawarkan jual beli ijazah palsu dari kampus-kampus ternama di Indonesia. ITB termasuk kampus yang namanya dicatut oleh pelaku.
(afz/ash)