"Pengguna internet di China yang memilih memakai Google tidak menyadari bahwa kemungkinan karena ada link antara Google dengan intelijen AS, data pencarian mereka akan disimpan dan digunakan oleh pihak intelijen itu," tulis kantor berita China, Xinhua.
Menanggapi tuduhan itu, pihak Google tampaknya tidak terpancing. Dilansir AFP dan dikutip detikINET, Minggu (21/3/2010), juru bicara mereka di Beijing menolak untuk menanggapi klaim tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
China Radio International juga tidak kalah tajam mengkritik Google. Menurut mereka jika benar Google pergi, pengguna internet di China mungkin mengalami beberapa konsekuensi negatif, namun tetap Google yang rugi paling banyak.
(fyk/fyk)