Dikutip detikINET dari Telegraph, Minggu (21/3/2010), user Street View dapat melihat seperti apa area kantor SAS tersebut setelah dipotret oleh Google. Beberapa bagian yang dirahasiakan untuk alasan keamanan, dibeberkan Google di dunia maya.
Pintu masuknya tampak jelas sehingga ditakutkan dapat dimanfaatkan para teroris untuk melakukan aksi jahat. Juga terlihat lokasi aparat yang berjaga-jaga di sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak ingin teroris terinspirasi menyerang dengan melihat gambar tersebut," tukas Paul Keetch, anggota parlemen.
Akan tetapi juru bicara Google menegaskan mereka tak akan menghapus gambar yang diributkan itu, namun bersedia untuk berdiskusi. Menurut mereka, Google Street View telah dirilis di 20 negara dan belum pernah ada masalah yang terjadi soal keamanan. (fyk/fyk)