Cara kerja teknologi yang dikembangkan KDDI Corporation ini dengan menganalisa accelerometer pada handset menggunakan software analisa. Alhasil berbagai gerakan yang dilakukan karyawan seperti berjalan, naik tangga, bersih-bersih dapat terlacak.
Memang saat ini telah ada teknologi sensor gerak ponsel yang dapat mendeteksi gerakan, tapi tidak sedetail sistem yang dikembangkan oleh KDDI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, kemunculan teknologi ini mengundang kritik dari seorang pengacara hak asasi manusia, Kazuo Hizumi.
"Ini memperlakukan manusia seperti mesin, seolah-olah karyawan adalah ternak yang perlu diawasi secara ketat," kritik Kazuo.
"Semestinya teknologi baru bertujuan untuk meningkatkan kehidupan kita, bukan untuk mematai-matai," lanjut Kazuo.
Sementara itu Hiroyuki Yokoyama, kepala penelitian data di KDDI berusaha meyakinkan bahwa teknologi ini tidak bermaksud melukai hak asasi karyawan.
"Tentu tetap ada hak asasi dan setiap bos hendaknya membuat perjanjian dengan para karyawan sebelum menggunakan sistem ini," tandas Yokoyama.
Saat ini sejumlah profesi di Jepang pun telah diawasi dengan GPS ponsel. Misalnya sopir truk atau para sales produk. (faw/fyk)