"Bukan kerja sama, tapi lebih ke studi banding dengan Malaysia, misalnya untuk mencari tahu seperti apa aturan terakhir soal ICT di sana," ujarnya, seusai menghadiri pentas budaya Malaysia di Gedung Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta, Kamis malam (11/3/2010).
Ia juga menanggapi pertanyaan soal kekhawatiran akan adanya pengekangan kebebasan berekspresi seusai studi banding nanti, seperti yang sempat ramai diributkan beberapa waktu lalu saat bergulirnya Rancangan Peraturan Menteri (RPM) tentang Konten Multimedia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Komunikasi, Informasi dan Kebudayaan Malaysia, Rais Yatim, membenarkan adanya rencana studi banding Tifatul soal ICT di Malaysia pada minggu pertama Mei 2010 ini.
"Beliau akan ke Kuala Lumpur dan akan mengatur program-program ICT yang mengandung bahan-bahan budaya hubungan serantau. Dan kami akan menjelaskan beberapa program antara Indonesia dan Malaysia agar hubungan ICT dalam program kemasyarakatan menjadi realita. Kami telah bertemu dan berbincang tadi pagi (Kamis, 11 Maret 2010-red)," ujarnya di sela kesempatan yang sama.
"Hal ini akan menggembirakan kedua masyarakat. Satu perkara ini adalah perjuangan kita untuk menegakkan sosio budaya dan juga memberi satu penegasan kerjasama kita. Pada bulan Mei juga akan dijangka beberapa dapat kita buat," lanjut Rais Yatim.
"Menyoal kerjasama pengawasan internet, akan kami halusi dengan Indonesia sebagaimana dengan konteks ASEAN. Perkara ini dapat kita atasi tetapi tidak dapatΒ melanggar beberapa etiket yang ditetapkan oleh masyarakat internet berbagai bangsa," tuturnya di akhir perbincangan.
(rou/wsh)