"Tidak mungkin kita tidak pakai hotspot. Kita bisa ketinggalan. Pemasangan hotspot sesuatu yang tidak bisa kita hindari. Kita harus lakukan," kata Boediono.
Boediono yang terbalut kemeja warna putih ini menyampaikan hal itu dalam silaturahmi Wapres Boediono dan Ibu Boediono di SMA 40, Pademangan, Jakarta Utara, Kamis (11/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa guru belum mampu merealisasikan berbagai program karena keterbatasan fasilitas. Kami meminta pemasangan hotspot agar internet bisa diakses dari berbagai sudut sekolahan," kata Aisyiah, siswi Kelas 12.
Bukan hanya hotspot, Aisyiah juga meminta sekolahnya dilengkapi dengan LCD proyektor, komputer berstandar serta perpustakaan yang mengarah ke i-Library.
Menanggapi permintaan itu, Boediono menyatakan, pemasangan hotspot di sekolah merupakan kewenangan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.
Sementara Mendiknas M Nuh menambahkan, sekolah-sekolah yang memenuhi syarat akan dipasangi hotspot. Kementerian Pendidikan Nasional telah bekerjasama dengan Telkom untuk mewujudkan program hotspot tersebut.
"Untuk hotspot, saya belum tahu apakah sekolah ini belum memasang atau belum. Itu tinggal daftar saja. Nanti akan dipasang. Tetapi harus ada komputernya, kalau nggak ada ngapain?" kata M Nuh.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan siswa dari berbagai sekolah di Jakarta,Β Menkes Endang Rahayu Sedyanigsih dan Menag Suryadharma Ali.
(irw/eno)