Dulu umumnya rakhitis disebabkan oleh faktor kemiskinan dan kekurangan gizi di negara berkembang. Anak-anak yang mengalami rakhitis, kakinya tidak akan tumbuh dengan baik tapi justru mengembang seperti bentuk busur.
Nah, saat ini anak-anak yang keranjingan duduk ngegame di depan komputer atau televisi juga rentan terkena penyakit ini. Karena duduk dalam waktu lama membuat pergerakan kaki terbatas, padahal di usia ini anak-anak harus banyak melakukan aktivitas fisik karena tulang-tulangnya sedang berkembang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini anak-anak cenderung lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah dan bermain dengan komputer serta melupakan menikmati udara segar di luar. Ini berarti kadar vitamin D yang diterima anak-anak ini lebih buruk dari tahun-tahun sebelumya," ujar Prof Simon Pearce dan Dr Cheetham dari Newcastle University seperti dikutip dari Timesonline, Selasa (26/1/2010).
Profesor Simon Pearce dan Dr Cheetham melaporkan dalam British Medical Journal bahwa susu dan produk makanan lain juga harus dipenuhi untuk melengkapi pemenuhan kebutuhan vitamin D agar tidak terjadi masalah.
Dr Cheatham, dosen pediatrik dan endokrinologi menuturkan selain kurang terkena sinar matahari, anak-anak juga sudah jarang mengkonsumsi vitamin minyak ikan cod. Kekurangan vitamin D juga telah dikaitkan dengan penyakit jantung, diabetes tipe 2, kanker dan melemahnya tulang pada orang dewasa. (ver/faw)