"Relatif, dilihat dari sudut padang mana dulu. Ada konsumen yang tidak merasa nyaman dengan peragaan tersebut, karena khawatir jika orang-orang jahat akan meniru tindakan tersebut. Namun, ada juga konsumen yang justru ingin tahu seperti apa praktik pembobolan tersebut terjadi," ujar Huzna Gustiana, ketua YLKI kepada detikINET, Senin (25/1/2010).
"Dengan adanya peragaan tersebut, ada konsumen yang merasa kebutuhannya akan informasi soal pembobolan bank terpenuhi. Konsumen bisa lebih aware terhadap potensi-potensi kejahatan. Misal jadi tahu di mana kamera pengintai diletakkan, jadi konsumen bisa lebih waspada," tambah Huzna.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di sini, justru yang lebih berkepentingan (mengetahui cara-cara pembobolan) adalah pihak bank. Mereka harus selangkah lebih maju, melihat peluang-peluang kejahatan yang mungkin terjadi di masa yang akan datang, sehingga dapat mengantisipasinya," pungkas Huzna. (faw/ash)