Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Google Takut Ditikam Dari Belakang

Google Takut Ditikam Dari Belakang


- detikInet

Jakarta - Pasca serbuan para peretas yang dituding dari China ke infrastruktur miliknya, Google langsung menggelar penyelidikan. Investigasi berlangsung mulai dari kepada ancaman dari luar hingga para karyawan Google sendiri.

Rupanya hal ini dilakukan lantaran raksasa internet asal Amerika Serikat itu khawatir mereka telah ditikam dari belakang oleh orang-orang yang telah mereka pekerjakan selama ini.

Alhasil, menurut seorang sumber dekat yang terkait investigasi tersebut, penelusuran sumber serangan mutlak diperlukan untuk membereskan celah-celah yang suatu saat bisa dimanfaatkan kembali itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Google sendiri cukup banyak memiliki karyawan di Negeri Tirai Bambu itu, jumlahnya mencapai ratusan orang. Namun pada beberapa hari lalu, dikutip detikINET dari PC World, Selasa (19/1/2010), para karyawan ini diliburkan sebab tengah dilakukan pemindaian dan penyelidikan terhadap sistem yang berlubang.

Sebelumnya, dalam blognya Google mengatakan bahwa serangan ke server mereka ini sengaja dilakukan untuk mengincar data akun Gmail dari aktivis hak asasi manusia asal China.

Lantaran tak ditemui kata sepakat yang memuaskan dengan pemerintah China, kejadian ini membuat Google geram sehingga memutuskan tak mau lagi menyensor Google.cn.

"Kami akan berdiskusi dengan pemerintah China tentang bagaimana kami bisa mengoperasikan mesin pencari tanpa filter namun sejalan dengan hukum. Kami menyadari, ini akan berujung pada penutupan Google.cn dan berpotensi juga pada penutupan kantor kami di China," tegas Google. (ash/faw)





Hide Ads