Dan kini ketika sudah berjalan tiga tahun sejak akuisisi dilakukan pada 2007 lalu, asa untuk membalas jasa balik modal wajib ditancapkan. Para analis pun memprediksi pada 2010 merupakan saatnya YouTube untuk menjadi 'sapi perah' Google.
Douglas Anmuth, analis dari Barclays mengatakan, Google sepertinya juga sudah menyadari hal ini dan telah membuat skema bisnis nyata agar YouTube lebih berkontribusi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, Anmuth berani memproyeksikan bahwa pada 2010 ini YouTube bakal mampu menyumbang revenue hingga US$ 700 juta ke Google.
Angka yang besar? Tidak juga, sebab meski belum ada keterangan resmi mengenai berapa besar biaya operasional yang telah dihabiskan YouTube, namun ada sebuah laporan yang menyebutkan bahwa biaya yang dihabiskan situs ini sampai US$ 710. Artinya, Google masih tetap nombok.
Namun kesahihan data tersebut memang masih harus diklarifikasi, Google sendiri masih tetap optimistis akan potensi YouTube menjadi 'sapi perah' mereka. "YouTube akan mulai memberikan keuntungan, tidak akan lama lagi," tukas juru bicara Google.
Keyakinan ini dipertegas dengan adanya perubahan sistem iklan serta rencana kerja sama besar yang dianggap juga bakal menarik dana segar. (ash/faw)