Seperti diketahui, Facebook sering disorot terkait kurangnya perlindungan terhadap privasi penggunanya. Misalnya tudingan menyalahgunakan data user untuk diberikan pada pihak ketiga. Nah, pernyataan Zuckerberg seolah mendukung penyalahgunaan privasi ini, yang membuat seorang analis mengibaratkan Zuckerberg tuli.
"Orang-orang tidak hanya semakin nyaman berbagi informasi, tapi semakin terbuka dengan lebih banyak pihak," tukas Zuckerberg. Dia mengatakan privasi sebagai sebuah norma sosial terus berkembang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebijakan privasi Facebook disorot terkait banyaknya informasi personal yang dipublikasikan tanpa sepengetahuan konsumen. Kesepakatan Facebook dengan Google dan Bing dari Microsoft misalnya, memungkinkan update status seseorang diindeks oleh dua mesin cari ini dalam rangka menyediakan hasil real time.
"Menurut saya komentar Zuckerberg tersebut menunjukkan ia sedikit tuli. Mayoritas user Facebook memperhatikan soal privasi lebih daripada yang dia kira," ujar Dan Olds, analis di Gabriel Consulting Group. "Namun kesuksesan Facebook memang tak bisa dibantah dan dalam konteks ini, pernyataannya mungkin akurat dengan melihat realitas yang ada," tandas Olds. (fyk/faw)