Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Abaikan Privasi, Pendiri Facebook Dinilai Tuli

Abaikan Privasi, Pendiri Facebook Dinilai Tuli


- detikInet

San Francisco - Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg membuat kontroversi terkait soal privasi di Facebook. Pemuda yang sudah jadi miliuner ini menyatakan bahwa privasi online tak lagi penting, karena para user situs jejaring makin nyaman berbagi informasi pribadi di internet.

Seperti diketahui, Facebook sering disorot terkait kurangnya perlindungan terhadap privasi penggunanya. Misalnya tudingan menyalahgunakan data user untuk diberikan pada pihak ketiga. Nah, pernyataan Zuckerberg seolah mendukung penyalahgunaan privasi ini, yang membuat seorang analis mengibaratkan Zuckerberg tuli.

"Orang-orang tidak hanya semakin nyaman berbagi informasi, tapi semakin terbuka dengan lebih banyak pihak," tukas Zuckerberg. Dia mengatakan privasi sebagai sebuah norma sosial terus berkembang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat aku mulai bekerja di kamarku di Harvard, orang bertanya mengapa mereka harus membeberkan informasi di internet? Kemudian dalam 5-6 tahun, blogging berkembang pesat dan berbagai layanan berbeda membuat manusia berbagi semua informasi," jelasnya seperti detikINET kutip dari Telegraph, Selasa (12/1/2010).

Kebijakan privasi Facebook disorot terkait banyaknya informasi personal yang dipublikasikan tanpa sepengetahuan konsumen. Kesepakatan Facebook dengan Google dan Bing dari Microsoft misalnya, memungkinkan update status seseorang diindeks oleh dua mesin cari ini dalam rangka menyediakan hasil real time.

"Menurut saya komentar Zuckerberg tersebut menunjukkan ia sedikit tuli. Mayoritas user Facebook memperhatikan soal privasi lebih daripada yang dia kira," ujar Dan Olds, analis di Gabriel Consulting Group. "Namun kesuksesan Facebook memang tak bisa dibantah dan dalam konteks ini, pernyataannya mungkin akurat dengan melihat realitas yang ada," tandas Olds. (fyk/faw)







Hide Ads