Sebuah grup yang berisi para seismologist (ahli gempa) telah membuat aplikasi bernama Twitter Earthquake Detection Project. Aplikasi ini bisa memonitor tweet-tweet yang berseliweran di situs mikroblogging itu, yang mengandung kata kunci mengenai gempa.
Dilansir detikINET dari Switched, SelasaΒ (12/1/2010), ide ini berkembang setelah sejumlah tweet ngehits di dunia maya saat terjadi gempa bumi di California, 2008 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahli gempa bernama Paul Earle menyadari pentingnya peran Twitter dengan mengatakan, "Orang-orang suka nge-tweet setelah gempa. Mereka melaporkan kejadian itu dan mendeskripsikan apa yang mereka alami secara cepat."
Sistem ini diharapkan mampu membantu U.S. Geological Survey untuk melacak keberadaan gempa yang kadang-kadang terlalu kecil untuk bisa dideteksi melalui sensor jaringan. "Jadi Anda akan mendapatkan tweet ini sebelum Anda bisa melacak lokasinya dengan sistem kami."
(sha/faw)