"Twitter bukanlah jaringan sosial, melainkan sebuah jaringan informasi". Ungkapan itulah yang pernah dilontarkan oleh Evan Williams, co-founder Twitter.
Twitter memang bukanlah kembaran Facebook, Friendster, MySpace, Multiply atau situs jejaring lainnya. Ia tidak dipenuhi oleh berbagai macam foto, wall ataupun fitur-fitur lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut ditegaskan pada perubahan pertanyaan yang ia lontarkan. Tak lagi menekankan pada 'What are you doing?' tetapi 'What's Happening?', pertanyaan ini yang harus dijawab oleh para pengguna Twitter setiap saat.
Dengan manfaat yang dibalut kesederhanaan inilah Twitter dengan cepat menengguk kepopuleran di kalangan dunia maya hingga mampu membuntuti ketenaran pemain lama, Facebook. Faktor bahwa ia juga dipakai oleh kalangan public figure mulai dari pemimpin dunia seperti Barack Obama hingga selebriti, serta media-media besar, turut mendongkrak ketenarannya.
Kicau di Indonesia
Dan bagaimana dengan di Indonesia? Meskipun di luar negeri gaungnya sudah santer, namun di negara kita Twitter baru marak setahun belakangan. Kesan 'eksklusif' dan tidak user friendly menjadi beberapa alasan ogahnya sejumlah orang untuk berpartisipasi menjadi anggota.
Namun itu dulu. Lihat sekarang, nama Twitter di Indonesia hampir sudah bisa disejajarkan dengan Facebook. Pemberitaan yang marak di media tentang situs mikro blogging ini, terutama pasca pemboman hotel JW. Marriot dan Ritz Carlton, Jumat (17/7/2009), menjadi salah satu faktor pendorong kesuksesannya.
Detik-detik menegangkan ketika peristiwa itu terjadi dan dimuatnya foto kejadian oleh pengguna Twitter yang lantas dipakai oleh media luar membawa nama Twitter tenat di masyarakat luas. Topiknya sendiri melaju di daftar trending topics, menempatkan #Jakarta di urutan pertama topik panas kala itu.
Begitu juga ketika gempa Padang melanda, Twitter turut dihebohkan oleh kalangan masyarakat awam maupun artis untuk berbagi informasi teraktual. Bukan hanya status saja yang dibagikan di sini, namun juga foto bahkan video.
Terbukanya kesempatan bagi pihak developer untuk mengembangkan aplikasi pendukung Twitter, menjadikan Twitter bisa dipakai untuk menyajikan link yang mengarah pada foto dan video di statusnya.
Penyebaran informasi via Twitter yang sangat cepat inilah yang membuat pertumbuhan penggunanya juga cepat. Manfaat yang didapat sungguh terasa.
Hanya dalam waktu sekian detik, peristiwa yang terjadi di Indonesia maupun belahan dunia manapun akan bisa terdeteksi oleh pengguna Twitter karena tak ada batasan region ataupun pembatas lainnya. Apalagi jika pengguna ikut nimbrung di topik tertentu dengan menyertakan hashtags (#) di statusnya, alhasil dengan gampang tweet mereka akan bisa terbaca oleh semua warga Twitter.
Keunggulan inilah yang akhirnya dimanfaatkan dengan baik oleh beberapa pemuda Indonesia yang membentuk gerakan Indonesia Unite. Sebuah gerakan yang mengusung semangat bersatu serta menyingkirkan rasa takut. Aksi ini sendiri dilahirkan pasca tindakan teroris 17 Juli lalu.
Aksi ini tak sia-sia. #IndonesiaUnite sempat menduduki puncak trending topics. Tambah banyak pula yang mengenal Twitter karena gerakan yang dipelopori salah satunya oleh Pandji Pragiwaksono ini.
Twitter sekarang nangkring di urutan ke 15 situs terpopuler di Indonesia versi situs Alexa. Geliatnya makin terasa. Simple dan berbobot. Namun ini juga tergantung dari siapa yang di-follow oleh pengguna dan bagaimana pengguna memaksimalkan manfaat Twitter.
Dan meskipun Twitter membebaskan pemakainya menuliskan apa saja dan juga bebas menon-aktifkan fitur lock, namun 'etika' dalam dunia maya sebaiknya tetap dipatuhi.
Dunia maya ialah dunia borderless (tanpa batas). Semua orang harus siap menanggung risiko dari apa yang dipostingnya. Pemilihan kata harus tetap dijaga agar tidak ada hal tidak mengenakkan yang terjadi, seperti kasus artis cantik Luna Maya belakangan ini.
(sha/ash)