'Senjata' yang dimaksud adalah teknologi bernama Photo DNA yang bekerja dengan cara mengkonvert gambar-gambar pornografi anak ke dalam sebuah pola matematika. Pola ini memiliki keakuratan 92 persen.
Nantinya pola ini digunakan untuk mengidentifikasi dan memindahkan gambar-gambar di internet, dimana 20 ribu gambar porno anak berseliweran setiap minggunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Teknologi ini akan membantu para korban pelecehan, melindungi anak-anak yang berpotensi menjadi korban. Sebuah alat yang luar biasa untuk aparat penegak hukum," ujar Ernie Allen dari National Center for Missing and Exploited Children, seperti dikutip detikINET dari Kirotv, Kamis (17/12/2009).
Setiap tahunnya, lembaga perlindungan anak ini meneliti jutaan gambar di internet dengan harapan bisa mengidentifikasi dan menolong korban pelecehan seksual.
"Kami tidak dapat membiarkan pornografi anak merajelela sementara ada teknologi yang dapat menghentikannya," tegas Tim Cranton dari Microsoft.
Teknologi ini tidak hanya dapat mengurangi jumlah pornografi anak tapi juga dapat meringkus lebih banyak penjahat secara otomatis. (faw/fyk)