Andrew Williams, walikota di wilayah Auckland membela diri bahwa pengiriman SMS tersebut membuktikan dirinya terus bekerja sepanjang waktu. Namun Key menilai, SMS yang diterimanya terlalu panjang, menjijikkan dan agresif. Apalagi dikirim pada pukul 03.30 dini hari.
Di satu sisi, Key mengaku tak keberatan diganggu malam-malam. Bahkan sering pula membalas SMS yang dirasa penting. Namun menurutnya, SMS dari Williams tak pantas dibalas. "SMS itu nadanya agresif, dan aku tidak akan meresponnya," ucap Key.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
William mengakui, dia memang rutin mengirim SMS di larut malam pada sesama politisi. Ia menilai, memang sudah kewajiban pejabat untuk sibuk bekerja sepanjang waktu.
Bahkan ia seolah menantang sang Perdana Menteri bahwa jika seseorang tak ingin menerima pesan, ponselnya harus dimatikan. Namun di sisi lain, ia juga mengakui SMS-nya agak agresif, dengan seringnya memakai huruf kapital.
Hmm, kira-kira seperti apa ya isi SMS yang katanya agresif dan menjijikan itu?
(fyk/rou)