Pihak berwajib dari kantor pusat kepolisian nasional Bukit Aman, Malaysia mengatakan bahwa dulu ketika segalanya masih dikerjakan secara manual, para penggiat judi ini hanya mengandalkan kertas dan alat tulis untuk menjalankan aksinya. Dengan cara manual itu, polisi lebih mudah mengendusnya.
"Namun sekarang, segalanya sudah berjalan secara online. Jadi lebih banyak tantangannya," ujarnya kepada German Press Agency dan dikutip detikINET, Selasa (8/12/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masalah ini terus berkembang, dan tidak hanya di Malaysia. Namun juga di Hong Kong dan Singapura. Sindikat perjudian ini bisa saja dijalankan dari Malaysia, namun link-nya internasional. Jadi pihak berwajib negara lain juga harus bekerja sama," lanjut petugas itu.
FIFA sendiri sudah menggandeng Interpol untuk mengawasi aktifitas judi terkait perhelatan pesta sepakbola empat tahunan itu. "Interpol akan bekerja sama dengan kami (FIFA-red.) untuk memerangi aktivitas judi ilegal di olahraga," Presiden FIFA Sepp BLatter.
(ash/faw)