Riset bertajuk cukup nyentrik, yakni 'Now Where Was I?' ini, mengungkap bahwa munculnya pop-up membuat konsentrasi pekerja terganggu dan jadi kebingungan. Mereka pun membutuhkan beberapa waktu untuk memulai tugasnya kembali.
"Interupsi semacam ini mengganggu fokus kognitif kita pada tugas yang sedang dikerjakan, sehingga beban kita bertambah untuk menemukan ritme kerja yang normal kembali," kata Dr Hellen Hodgetss yang membesut studi ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai solusi, mereka menyarankan agar pop-up peringatan e-mail, instant messaging dan sebagainya, diminimalisir agar tidak sampai mengganggu. Demikian yang dilansir Press Association dan dikutip detikINET, Selasa (8/12/2009). (fyk/faw)