Hal ini terungkap dari sebuah survei yang digelar National Literacy Trust Inggris. Dari hasil survei yang melibatkan 30.001 anak berusia 9-16 tahun tersebut, ditemukan bahwa 24 persen dari mereka memiliki blog dan 82 persen di antaranya berkirim sms.
Selain itu, 73 persen di antaranya menggunakan layanan instant messaging untuk ngobrol online dengan teman-teman mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Douglas tidak terlalu memusingkan kritik yang menyebutkan bahwa gaya menulis informal yang sering digunakan saat chatting dan sms-an dapat mencederai penggunaan tata bahasa dan pengejaan yang tepat.
"Sebagian guru di sekolahan ragu mengakrabkan siswa-siswa dengan komputer, khususnya jika siswa tersebut masih muda," kata John Coe, General Secretary National Association for Primary Education (NAPE)
Menurut Coe, semua bentuk komunikasi dapat membantu generasi muda dalam mengembangkan kemampuan menulis dan membaca.
"Anak-anak muda berusia 9 tahun ke atas begitu keranjingan sms-an. Ini merupakan salah satu bentuk latihan membaca dan menulis. Mungkin ini tidak konvensional tapi toh mereka berkomunikasi," tandas Coe. (faw/fyk)