Hal tersebut dikemukakan oleh Perdana Menteri Mesir, Tarek Kamel dalam acara Internet Governance Forum (IGF) di Mesir. Kamel berujar bahwa domain baru yang mereka ciptakan akan bertuliskan ".masr" dan akan dikemas dalam tulisan Arab. ".masr" sendiri jika diterjemahkan berarti ".Egypt".
Beberapa saat yang lalu memang tersiar kabar regulator internet Icann membolehkan alamat website ditulis dalam tulisan non-Latin. Artinya, domain akan bebas ditulis dalam skrip Arab, China, Rusia maupun yang lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mesir sendiri, seperti diwartakan BBC dan dilansir detikINET, Senin (16/11/2009), memiliki pengguna internet sebesar 15 juta di negaranya, dari total populasi 80 juta penduduk. (sha/faw)