Dalam status menggunakan bahasa slank khas remaja itu, Bradford kurang lebih menanyakan di mana kue miliknya berada. Update rutin di Facebook ini bermakna besar ketika keesokan harinya, Bradford ditangkap polisi dengan tuduhan melakukan pencurian.
Di sinilah pengacara sang remaja yang baru berusia 19 tahun itu, mengandalkan update tersebut sebagai alibi. Sebab persis pada waktu terjadinya pencurian, saat itulah Bradford menulis status Facebooknya di tempat tinggal ayahnya. Jadi tidak mungkin dia adalah pelakunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah kasus pertama yang saya ketahui, di mana update Facebook dijadikan sebagai bukti alibi," tukas John G. Browning, pengacara di Dallas yang mempelajari hubungan antara jejaring sosial dengan hukum. "Kita akan menyaksikan hal-hal yang sama karena semakin lazimnya pemakaian Facebook."
Dengan semakin banyaknya orang mengungkap detail kehidupan mereka di situs seperti Facebook, MySpace dan Twitter, diprediksi akan kian sering pula hal tersebut menjadi bukti dalam perkara hukum.
(fyk/faw)