Dijelaskan oleh Anggota Dewan Pembina Yayasan Apkomindo Chris Irwan Japari, kehadiran Yayasan Apkomindo pada awalnya ditujukan untuk kegiatan bakti sosial. Hanya saja untuk pendanaan aktivitas baksosnya tersebut, mereka perlu membuat kegiatan.
Maka dari itu, sejak tiga tahun lalu atau tepatnya pada tahun 2007, IndoComtech dilepas oleh Apkomindo untuk diberikan ke Yayasan Apkomindo. Hal ini dilakukan sebagai sumber pendanaan Yayasan Apkomindo untuk menggelar baksos, selain juga memegang Festival Komputer Indonesia (FKI).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kisah berlanjut setelah kubu Apkomindo menggarap National IT Expo (NIX) di arena Pekan Raya Jakarta setelah melepas FKI dan IndoComtech. Sementara ketika pembukaan IndoComtech 2009 lalu, tak terlihat jajaran pengurus Apkomindo yang hadir.
Secara implisit, Chris mengakui adanya ketidakharmonisan ini. "Ya memang ada ade-ade (junior-red.) kita yang baru masuk (di Apkomindo) tidak sejiwa dengan kita. Mereka ingin diberi kesempatan yang lebih," ujarnya kepada detikINET, Senin (9/11/2009).
Hanya saja, ia berpendapat, jika ada ribut-ribut di luar sana itu hanya dianggap sebagai dinamika dalam berorganisasi, dan Apkomindo (secara organisasi dan yayasan) pun tak ingin terlalu mengatur dan lebih memilih memberi kebebasan kepada anggotanya.
"Jangan kaya bebek lah, ngikut terus. Apalagi yang muda itu penuh dengan kreativitas. Jadi kalau ada teman-teman di asosiasi itu ada yang berkreasi, ya tidak kita larang," tukas pria yang juga menjadi Dewan Pertimbangan Apkomindo ini.
Namun yang pasti, Chris menampik jika hubungan perkumpulan para pengusaha komputer ini tengah panas dan bersaing. "Kalau bersaing itu kan ada yg dituju. Tapi kalau orang melihat kita bersaiang? Untuk apa? Tak ada persaingannya," kilahnya.
NIX Sisir Daerah
Setali tiga uang dengan Chris, Ketua Apkomindo Suhanda Wijaya juga mengelak mengakui jika tengah terjadi perpecahan di Apkomindo (organisasi dan yayasan).
"Harusnya tak bersaing, itu yang salah. Manakala ada program kerja antara organisasi dan yayasan itu tak ada tendensi negatif. Kami memiliki garis yang jelas antara fungsi dari keduanya," tukasnya.Β
Menurut Suhanda, Apkomindo itu memiliki program yang menyasar ke daerah-daerah. Maka dari itu, dibuatlah event NIX yang sifatnya tidak sentralistik di kota-kota besar.
"Biasanya para EO (event organizer) itu kan menyasar daerah yang sudah jadi. Nah, kita malah menggarap daerah yang belum jadi. Terakhir NIX menyambangi 13 daerah. Kita juga punya program pengembangan bagi pengusaha daerah," pungkasnya.
(ash/faw)