Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Dibanjiri Pornografi Anak, Polisi Trauma

Dibanjiri Pornografi Anak, Polisi Trauma


- detikInet

New Hampshire - Polisi yang mendedikasikan diri di bidang penyelidikan pornografi anak rupanya rentan trauma dan terkena masalah kesehatan mental. Demikian hasil studi yang dibesut University of New Hampshire (UNH) di Amerika Serikat.

Studi yang dilakukan Crimes Against Children Research Center di UNH ini menyatakan, masalah ini disebabkan karena polisi secara konstan disuguhi pelecehan seks anak kelas berat.

Dilansir Mpbn dan dikutip detikINET, Kamis (5/11/2009), studi tersebut mensurvei lebih dari 500 investigator di Amerika Serikat. Sekitar separuh dari responden mengaku khawatir terhadap konsekuensi psikologis di kala menyelidiki pornografi anak di internet.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Periset senior yang melakukan studi ini, Janis Wolak menyatakan jenis stres semacam ini belum diketahui secara baik. "Belum ada riset mendetail di area ini. Ini adalah masalah yang relatif baru bagi penegak hukum," tukas Wolak.

Penyebabnya barangkali terlalu seringnya polisi itu dihadapkan dengan konten porno anak yang sangat parah. Apalagi mereka tidak mengetahui identitas korban dan tak kuasa menolongnya.

Wolak pun berharap ada studi lanjutan dalam area ini dan dibuat semacam panduan bagi penegak hukum untuk meminimalisir stress. Sebab bila tidak, mereka berpotensi terkena gangguan, misalnya dalam kehidupan seks dengan pasangan.

Peredaran pornografi anak di internet memang terus meroket dan memaksa polisi bekerja keras. Laporan baru PBB menyebutkan, lebih dari 200 gambar porno anak diproduksi tiap hari dan keuntungan industri jahat ini mencapai 3 sampai 20 miliar dolar setahunnya (fyk/ash)





Hide Ads