Sebagai prasyarat sebelum dapat mengikuti sidang disertasi terbuka ini, masing-masing calon doktor tersebut harus telah dinyatakan lulus sidang disertasi tertutup oleh Dewan Penguji.
Rangkaian sidang terbuka dari disertasi doktor ini dimulai pada hari Selasa, 27 Oktober 2009 yang menghadirkan Promovenda Nuryuliani dengan judul disertasi "Klasifikasi dan Pengenalan Tulisan Tangan Menggunakan Ekstraksi Ciri Berbasis Chain Code Serta Pola Segmen".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu pada hari yang sama Promovendus Brahmantyo Heruseto telah berhasil mempertahankan disertasi dengan judul "Implementasi Jaringan Saraf Tiruan ke dalam Chip Menggunakan Teknologi CMOS 0,35ΞΌm untuk Pengenalan Pola Sinyal dari Sensor Citra Kecepatan Tinggi".
Calon doktor ini dipromotori oleh Prof. Dr. BEF Da Silva dan Ko-Promotor Dr. Eri Prasetyo Wibowo. Kedua penelitian tersebut merupakan kerjasama antara Universitas Gunadarma dengan University of Burgundy, Prancis.
Nuryuliani mengangkat topik pengenalan tulisan tangan secara online yang ditekankan pada klasifikasi dan pengenalan ciri karakter tulisan tangan dengan menggabungkan Chain Code dan pola segmen karakter untuk memperoleh hasil yang lebih akurat dan proses pencarian yang lebih cepat dibandingkan dengan hasil-hasil penelitian sebelumnya.
Menurut Nuryuliani, faktor kesulitan yang tinggi menyebabkan pengenalan tulisan tangan secara online sangat jarang dilakukan dibandingkan dengan pengenalan secara offline, sehingga penelitian ini memberikan kontribusi yang sangat signifikan bagi perkembangan teknologi di bidang ini.
"Penerapan teknologi pengenalan karakter tulisan tangan secara online sangat bermanfaat misalnya untuk evaluasi kemahiran belajar menulis bagi anak-anak usia sekolah dan juga untuk keperluan analisis forensik tulisan tangan untuk pembuktian keaslian tulisan tangan. seseorang," jelas Nuryuliani kepada detikINET, Rabu (28/10/2009).
Sedangkan Brahmantyo mengimplementasikan jaringan saraf tiruan ke dalam chips untuk mengolah pengenalan pola sinyal dari hasil keluaran sensor citra CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor) yang mempunyai kecepatan tinggi yang bisa menangkap citra 10.000 frame/detik dengan frekuensi 80 Mhz.
Keluaran dari sensor CMOS kecepatan tinggi yang dikembangkan oleh LE2I, University of Burgundy belum menghasilkan signal yang ideal, hal ini diakibatkan oleh saklar kapasitif. Solusi masalah tersebut adalah memanfaatkan sistem jaringan saraf tiruan dengan pelatihan pola signal untuk mengambil keputusan sehingga keluaran dari sensor CMOS dapat menghasilkan citra dengan kualitas yang lebih baik.
"Kontribusi penelitian ini sangat bermanfaat sekali khususnya di indonesia terutama dalam bidang desain system on chips (SOCs), yang saat ini belum banyak universitas atau instansi di Indonesia yang menggeluti bidang ini," ujar kandidat doktor Brahmantyo.
Sidang terbuka berikutnya diselenggarakan pada 28 Oktober 2009, dengan Promovendus Edi Sukirman mempertahankan disertasinya berjudul "Peningkatan Kinerja Algoritma Kompresi dan Dekompresi JPEG melalui Penggabungan Proses DCT dan Kuantisasi" dan dipromotori oleh Prof. Dr. Dali S. Naga dan Ko-Promotor Prof. Dr. Sarifuddin Madenda, Dr. M. Subali, SSi., MT. dan Dr. Ernastuti, SSi.,MKom.
Edi Sukirma dalam penelitiannya telah berhasil menggabungkan proses perhitungan DCT dan Kuantisasi sehingga dapat meningkatkan efisiensi proses dan rasio kompresi serta kualitas hasil kompresi dibandingkan dengan algoritma JPEG yang sudah ada. Hal ini tentu sangat bermanfaat khususnya dibidang Multimedia sehingga dapat meminimalkan waktu dan tempat penyimpanan data citra tanpa mengurangi bahkan meningkatkan kualitas hasil kompresi.
"Ketiga disertasi tersebut merupakan hasil penelitian yang sangat khas dan memperkaya bidang bahasan teknologi informasi. Kontribusi orisinal dari penelitian ini sangatlah unik, yaitu pada bidang Psikologi Anak dan Perangkat Keras CMOS," papar Prof. Dr. Sarifuddin Madenda, promotor, peneliti dan staf pengajar Universitas Gunadarma.Β
"Topik penelitian tersebut masih sangat jarang dilakukan di Indonesia, sedangkan di luar negeri seperti di Perancis dan Kanada hal tersebut sangat dibutuhkan," lanjut Sarifuddin yang juga bekerja sebagai peneliti utama di Universite de Bourgogne, Dijon, Perancis dan Universite du Quebec en Outaouais, Kanada.
Guru Besar UI
Di kesempatan berbeda, Universitas Indonesia juga mengukuhkan Prof. Dr. Ing. Kalamullah Ramli, M. Eng sebagai Guru Besar Fakultas Teknik UI. Dalam sambutannya, Kalamullah berpidato dengan tema 'Arah Riset Sistem Tertanam dan Strategi Penguatan Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional'.
Dalam penjabarannya, ia mengatakan, ada tiga tahapan proses penguatan, yaitu akuisisi keilmuan (knowledge acquisition), akuisisi teknologi (technology acquisition), dan akuisisi keunggulan (excellence acquisition).
Proses 'know-how' saja dinilai tidak cukup bagi industri nasional untuk bersaing dan bertahan pada level yang tinggi sehingga perlu diperbaharui menjadi 'know-how-to-lead-and-to-sustain'.
(rou/ash)