Mulai ponsel, laptop hingga perangkat game bebas dipergunakan meski jam belajar sedang berlaku. Pihak sekolah menilai, gadget-gadget tersebut bisa menjadi alat bantu pendidikan, alih-alih seperti yang dikatakan pihak yang kontra barang-barang tersebut akan mengganggu.
Ide pengijinan penggunaan piranti teknologi di kelas ini menurut guru Notre Dame, tidak ubahnya seperti membekali para siswa dengan kalkulator. Sebagai catatan, penggunaan kalkulator di sekolah juga sempat menjadi kontroversi di tahun 1970-an.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun banyak orang tua yang tidak setuju karena dinilai mengganggu aktivitas anak-anak di kelas, namun Notre Dame menyakinkan bahwa mereka sebelumnya telah membuat kebijakan akan hal ini sebelum mengimplimentasikannya.
Dikutip detikINET dari Telegraph, Kamis (15/10/2009), Notre Dame memang dikenal dengan penggunaan IT-nya secara ekstensif. Siswa sekolah ini telah terbiasa mengambil bagian dalam proyek yang melibatkan smartphone yang telah dibenami software ekologis untuk merekam data.
(sha/ash)