Pasalnya, bukan hanya murid-murid kelasnya saja yang bisa melihat aksi sang guru berusia 50 tahun itu, namun juga orang-orang dari seluruh penjuru dunia. Gara-garanya, salah satu murid yang ia asuh diam-diam merekam 'tarian ayam' Ryan, kemudian murid lainnya meng-upload di YouTube. Lantas apa yang terjadi?
Video itu kini berhasil jadi santapan umum, padahal pengambilannya dilakukan tanpa izin pihak yang bersangkutan. Alhasil, puluhan komentar berdatangan menyambut video itu. Meskipun banyak yang menganggapnya hanya sebagai guyonan saja, namun beberapa di antaranya melontarkan ejekan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal inipun lantas mengakibatkan keprihatinan dari beberapa pihak, terkait bahayanya teknologi di dunia pendidikan. Julie Lyon-Taylor, eksekutif NUT mengatakan, banyak guru yang merasa nyaman dengan teknologi, namun tidak menyadari risikonya.
Sedang kepala dari NUT, John Bangs berujar kalau "Sesuatu seperti ini bisa merusak reputasi seorang guru baik-baik".
Selang 6 bulan kemudian setelah video ini menyebar luas dan ditonton sebanyak 12 ribu kali lebih, murid-muridnya meminta Ryan untuk menyajikan aksi serupa, namun Ryan menolaknya. Ia sepertinya kapok karena aksi sebelumnya telah berakhir di YouTube dan membuatnya dipermalukan.
Dilansir detikINET dari DailyMail, Selasa (1/9/2009), karir Ryan sendiri sebagai guru telah berakhir pada musim panas lalu. (sha/faw)