Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
'Open Source Belum Jawab Tantangan Industri Game'

'Open Source Belum Jawab Tantangan Industri Game'


- detikInet

Bandung - Bagi industri game, penggunaan software berlisensi bisa membuat biaya produksi membengkak. Akan tetapi, open source sebagai alternatif rupanya dinilai belum bisa menjawab tantangan ini.

Samsu Sempena, dari tim Rush Hour-game developer dari ITB, mengungkapkan bahwa saat ini open source belum bisa menjawab tantangan bagi dunia game. Selain karena mayoritas pasar masih menggunakan Windows sebagai operating system, software open source masih sedikit yang bisa digunakan untuk membuat game.

"Kalau bicara linux sebagai open source, saat ini belum banyak software yang bisa dipakai untuk industri game," ujarnya saat ditemui usai Free IT Saturday Lesson-Transformer, Dari Gamers Menjadi Developer di Ruang Multimedia Comlabs ITB, Sabtu (29/8/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Samsu mencontohkan teknologi silverlight besutan Microsoft yang dipergunakan oleh game developer untuk membuat presentasi games berbasis web ini masih belum ada solusinya di open source.

"Masih ketinggalan satu langkah. Pengguna dan pasar masih banyak yang mempergunakan Windows sebagai operating systemnya. Kesenjangannya masih lumayan jauh," ungkapnya.

Meski demikian, Samsu optimis bahwa suatu saat open source akan bisa menjadi solusi bagi industri game. Namun Samsu menegaskan untuk menuju ke arah sana, butuh partisipasi pihak yang terkait.

"Pasar harus punya apresiasi yang baik. Kita lihat OpenOffice saat ini sudah seimbang dengan Microsoft Office dari Microsoft. Saat semua pihak dapat mengapresiasi open source, saya yakin ke depannya open source bisa menjadi solusi," pungkasnya. (afz/fyk)




Hide Ads