Namun trend tersebut berubah. Meski masih menjadi saluran informasi sejumlah kejadian penting, namun kini kadarnya telah menurun. Trennya sebagai corong berita telah tenggelam oleh tren kekinian yang kebanyakan berisi tweet-tweet 'sampah' dan hal-hal yang pointless alias tidak berisi, seperti 'saat ini saya sedang makan sandwich'.
Itulah hasil studi yang dilakukan oleh Pear Analytics. Mereka mengeksplor sejumlah alasan random yang melatarbelakangi user mengirimkan tweet di akun Twitter mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konten yang berisi "pointless bubble" alias hal-hal yang tak 'berisi' ternyata mendominasi tweet-tweet di Twitter, diikuti dengan konten percakapan atau "conversational", lalu konten "pass-along value". Sedangkan tweet yang bertujuan untuk promosi produk masuk dalam urutan ke-4, yang dibuntuti oleh tweet sampah atau spam. Dan di urutan terakhir, barulah tweet yang berisikan berita (news).
"Dengan 'wajah' baru Twitter, menjadi hal yang menarik melihat kecenderungan para penggunanya. Apakah mereka turut andil dalam penyebaran berita, ataukah mereka hanya menuliskan tweet-tweet berisi kegiatan mereka yang sebenarnya tak ada hubungannya dengan orang lain," ujar Pear Analytics. (sha/faw)