"Ini merupakan perhelatan Korindo yang kedua, sebelumnya diadakan tahun 2008," tukas Handoko, Kepala Pusat Teknologi Dirgantara Terapan Lapan (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) yang memfasilitasi perhelatan tersebut.
Total sebanyak 60 tim dari berbagai universitas mendaftar untuk unjuk gigi dalam Korindo 2009 yang berlangsung mulai tanggal 14-16 Agustus ini. Setelah dilakukan penyaringan, 40 tim berhasil lolos. Namun hanya 39 tim yang mengambil komponen lomba sehingga dinyatakan berhak ikut serta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam Korindo ini juga akan diadakan demo seperti teknologi roket untuk merekayasa hujan buatan ataupun sistem pelacakan obyek tertentu," tukas Handoko dalam jumpa pers di restoran Parang Tritis, Bantul, Jumat (14/8) siang.
Rekor Terbanyak
Lebih lanjut Handoko menambahkan kalau soal jumlah, puluhan roket yang akan diluncurkan pada Korindo 2009 ini adalah yang terbanyak, yakni total mencapai 47 roket. Semua roket yang akan mengangkasa adalah buatan anak bangsa.
"Ya, 99 persen buatan dalam negeri. Dulu memang kita sempat kesulitan membuat teknologi untuk bahan bakarnya, tapi sekarang sudah kami kuasai," tambah Handoko.
Sedangkan salah satu tujuan pelaksanaan kompetisi ini adalah untuk menumbuhkan rasa cinta dirgantara pada kaum muda. "Teknologi angkasa membawa wibawa bangsa," tutur Prof.Ir. Suryo Hapsoro Tri Utomo, PhD dari Universitas Gadjah Mada yang hadir dalam kesempatan yang sama.
Korindo 2009 di pantai Pandansimo terlaksana atas kerja sama Lapan, Kementerian Ristek, Departemen Pendidikan Nasional, UGM, Akademi Angkatan Udara dan Pemkab Bantul. (fyk/faw)