Hal ini ditegaskan oleh Kepala Bidang DomainΒ Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Irvan Nasrun melalui email yang diterima detikINET, Jumat (14/8/2009).
"Putusnya kabel APCN, APCN2, EAC, dan SMW3 tidak mempengaruhi akses dalam melakukan query DNS. Hal ini dikarenakan di Indonesia terdapat F Root dan I root.
Saat ini terdapat 13 root server utama yang dimulai dari huruf A sampai dengan M," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Consortium, Inc (IPv4: 192.5.5.241, IPv6: 2001:500:2f::f, AS: 3557)Β dan I root server yang dikelola oleh Autonomica (IPv4: 192.36.148.17,Β AS: 29216)."
Pemasangan F Root di Indonesia dilakukan pada bulan Juli 2005, sedangkan I root server terpasang pada bulan Maret 2005.
Sebelumnya, Ketua Umum APJII, Roy Rahajasa Yamin juga telah menyatakan bahwa putusnya kabel bawah laut tersebut tidak terlalu berimbas pada akses internet Indonesia, karena koneksi langsung bisa di di-reroute. (faw/faw)