Negara dimaksud adalah Kuba, Iran, Sudan dan Siria. Negara-negara tersebut tak diperbolehkan mengadopsi teknologi dari AS dan juga dikenai bermacam sanksi ekonomi. Penyebabnya, mereka dianggap mendukung aktivitas terorisme yang bisa membahayakan AS.
Dalam surat yang dilayangkan SEC pada Intel, mereka mempertanyakan mengapa sebagian komputer yang digunakan di Kuba memakai prosesor Intel Celeron. PC yang ada di sana diketahui dibuat oleh perusahaan Kuba memakai material yang diimpor dari China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Intel tidak punya kontak bisnis dengan negara-negara tersebut, baik langsung maupun tidak. Intel juga tidak menyediakan produk dan teknologi untuk mereka," demikian pernyataan Intel yang dilansir TheInquirer dan dikutip detikINET, Selasa (11/8/2009).
Bincang seru soal teknologi? Gabung di detikINET Forum! (fyk/faw)