Hal inilah yang sedang merundung ratusan ribu tentara yang tergabung dalam Army National Guard Amerika Serikat. Laptop yang menyimpan 131 ribu data pribadi milik tentara AS tersebut digondol maling.
Tak ayal mereka dibuat was-was dengan pencurian tersebut. Sebab, bisa saja data-data sensisitf itu disalahgunakan untuk tindak kejahatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip detikINET dari Chicago Tribune, Minggu (9/8/2009), pihak kesatuan tentara kini mengingatkan anggotanya untuk mengambil tindakan pengamanan untuk mengantisipasi terjadinya pencurian identitas.
(faw/ash)