Ini merupakan proyek dengan bentangan terpanjang yang pernah digarap Len yakni sepanjang 400 kilometer. Rencananya akan diimplementasikan di 40 stasiun kereta api di Sumatra Utara.
"Mencakup hampir semua keseluruhan jaringan KA di Divisi Regional Sumatera Utara," ujar Direktur Utama Len Industri Wahyuddin Bagenda usai pelepasan di kantor Len Industri, Jalan Soekarno Hatta No 442, Rabu (5/8/2009) sore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hemat waktu dan biaya. Karena hampir sebagian besar pekerjaan yang dilakukan di lapangan, dengan cara ini akan ditarik ke pabrik dan menjadi pekerjaan fabrikasi sehingga bisa menghemat biaya pengiriman, koordinasi dan supervisi serta biaya pengamanan," ungkapnya.
Terobosan baru ini diklaim oleh Wahyuddin sebagai murni buah karya dan hasil kerja keras insinyur-insinyur Len yang semuanya anak bangsa.
"Solusi ini akan menjadi tonggak baru solusi sistem dan pengerjaan proyek perkeretaapian. Kita siap mendukung program pemerintah dalam program revitalisasi perkereta apian," katanya.
Disinggung mengenai prospek ke depannya, Wahyuddin mengaku bidang sinyal masih cukup besar pasarnya. "Kita tahu di Indonesia ini masih banyak sistem sinyal kita yang menggunakan mekanik. Ini pasar kita," pungkasnya.
Sebanyak 5 truk kontainer yang berisi 34 sistem persinyalan TBI, 40 Node Backbone SDH yang membentuk 5 ring, 38 power system dan 400 kilometer kabel serat optik ini langsung dilepas menuju ke Sumatera Utara. (afz/faw)