Alhasil, kini Obama pun mungkin tengah kepusingan lantaran salah satu posisi penting di kabinetnya ada yang lowong. Ia pun menegaskan bahwa saat ini masih terus mencari orang yang tepat yang mampu menghadapi wabah kejahatan cyber yang menyerang AS.
Dilansir detikINET dari Washington Post, Rabu (5/8/2009), alasan yang membuat Hathaway lengser adalah karena ia sudah frustasi dengan lambatnya proses administrasi untuk menunjang aktivitasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini memang terlihat paradoks. Pasalnya, sejak awal kehadirannya di Gedung Putih, Obama selalu mengaung-gaungkan bakal memprioritaskan sistem TI dan keamanan cyber negara adidaya tersebut.
Pun demikian, meski hanya baru seumur jagung menjadi orang kepercayaan Obama, Gedung Putih tetap mengakui perubahan yang dibawa Hathaway sangat signifikan.Β Β Β Β
"Progres yang signifikan telah ia (Hathaway-red.) dan timnya buat untuk strategi keamanan cyber AS," ujar juru bicara Gedung Putih Nicholas Shapiro.
"Dan proses seleksi yang ketat pun masih terus berlangsung," pungkasnya, dilansir Reuters.
(ash/fyk)