Demikian dituturkan oleh Ketua Umum Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) Betty Alisjahbana usai acara Indonesian Conference on Innovation, Entrepreneurship, and Small Business 2009 (ICIES 2009) yang diselenggarakan oleh Center for Innovation, Enterpreneurship and Leadership Sekolah Bisnis Managemen ITB (CIEL - SBM ITB).
"Pemda masih belum merespon cepat edaran dari Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara No 1/2009. Jumlah pemda di kita banyak, sementara waktunya terbatas," katanya, Kamis (23/7/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, lanjut mantan Presdir IBM Indonesia ini, kondisi real yang terjadi di lapangan adalah masih banyak Pemda yang tetap merasa nyaman menggunakan perangkat lunak tertutup. Walaupun software tersebut adalah bajakan.
"Situasi ini sangat disayangkan. Di saat adanya komitmen dari 18 departemen di pemerintah pusat yang mengadopsi perangkat tersebut. Bahkan, sejumlah departemen sudah total mengadopsi perangkat lunak terbuka seperti Kementerian Riset dan Teknologi serta Ditjen Aplikasi Telematika Depkominfo," pungkasnya.
(afz/ash)