Sapto Anggoro selaku Kabid Kemitraan APJII tidak berani memastikannya. Hanya saja banyak pihak masih mengharapkan Sylvia W. Sumarlin kembali memimpin.
"Sampai sekarang sih Sylvia belum memberikan kepastian apakah terus atau tidak. Namun dalam beberapa kesempatan dia ingin wajah baru yang lebih muda untuk maju memimpin APJII," kata Sapto mengutip rekannya dalam pengurus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepengurusan Sylvia di APJII memang relatif baik, terutama sukses menangani hajatan APRICOT di Bali pada 2007. Saat internet dunia lumpuh karena kabel laut di Taiwan putus, Sylvia menggerakkan anggota pemilik resource bandwidth via darat menopang internet dalam negeri. Sementara saat gempa Yogya 2006, ia langsung menghimpun anggota menggerakkan saluran informasi dan komunikasi agar segera pulih.
Sedangkan beberapa nama yang sudah menyatakan masuk menjadi pengurus antara lain adalah Rully Sumbayak (Nusanet) dan Teddy AP (Access Net). Mereka selama ini sudah menjadi pengawas di kepengurusan APJII 2006-2009.
Darah muda yang mulai terlihat Eddy Sambuaga (LinkNet), Valens Riyadi (CitraWeb), dan Tutut Dwitoto (Reach). Dari pengurus lama yang masih diharapkan berkiprah di APJII adalah Isnawan (Spotnet) yang sekarang wakil ketua umum, dan Wahyoe Prawoto (Pacific) yang saat ini Ketua APJII bidang organisasi dan keanggotaan.
Yang pasti, menurut Sapto, ke depan APJII membutuhkan pemimpin cemerlang dan memiliki integritas yang mampu membawa internet Indonesia lebih maju.
âKami tidak ingin terjebak juga dikotomi tua atau muda, tapi siapapun dia yang cemerlang, selayaknya mendapatkan tempat istimewa di APJII untuk mengistimewakan internet Indonesia.â
Diharapkan juga dalam kepengurusan mendatang, rekan ISP besar seperti Indosat, XL, Telkom dan lain-lain bisa terlibat. Sebab, tatanan industri internet akan lebih baik dan pertumbuhannya akan cepat bila pihak-pihak yang memiliki infrastruktur bagus bisa bersinergi. (fyk/ash)